11
Jun
Posted by androsexo in Esensial. Tagged: gender, genus. Leave a Comment
Mungkin kita semua seringkali mendengar banyak orang yang mengucapkan kata Gender dalam kehidupan sehari-hari. Namun tahukah apa arti Gender sebenarnya? Berikut ini kami akan menyampaikan secara singkat dan sederhana mengenai aspek Gender dan keterkaitannya terhadap perspektif ilmu Seksologi.
Gender itu berasal dari bahasa latin “GENUS” yang berarti jenis atau tipe. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Kalau begitu antara gender dengan seks adalah sama? Pertanyaan itu sering muncul dari pengertian kata asli dari genus atau gender itu sendiri.
Continue reading
9
Jun
Posted by androsexo in Esensial. Tagged: seksologi, seksualitas. Leave a Comment
Seksologi mempelajari berbagai aspek tentang seksualitas. Berbagai aspek seksualitas saling mempengaruhi satu sama lain, walaupun pada akhirnya orang melihat atau merasakan dalam bentuk perilaku seksual. Meninjau seksualitas dari sudut pandang yang bervariasi ini, sebenarnya sama dengan mempelajari tentang manusia dengan segala kompleksitasnya. Mempelajari seksualitas dengan benar memberikan beberapa manfaat, yaitu:
1. Dapat mencegah masalah seksual
2. Dapat memberikan informasi dan pendidikan seksual yang benar
3. Dapat mengatasi berbagai masalah seksual
4. Menjadi lebih peka dan sadar dalam hubungan antar manusia
Pengetahuan seksual yang benar dapat memimpin ke perilaku seksual yang rasional dan bertanggung jawab, dan dapat membantu membuat keputusan pribadi yang penting tentang seksualitas.
Kita sering mendengar kata seks, seksualitas, reproduksi, dan jender. Bahkan mungkin kita sering mengucapkan itu, walaupun mungkin tidak tahu dengan benar apa artinya.Seks dapat berarti jenis kelamin atau organ kelamin. Seksualitas mempunyai arti yang lebih luas karena meliputi semua aspek yang berhubungan dengan seks, meliputi orientasi, sikap, dan perilaku. Seksualitas berarti suatu dimensi kepribadian, tidak sama dengan kemampuan seseorang untuk memberikan reaksi erotik. Reproduksi erat kaitannya dengan seks dan seksualitas, tetapi tidak sama persis. Reproduksi lebih menunjuk kepada menghasilkan keturunan. Tetapi untuk menghasilkan keturunan tentu saja diperlukan organ seks juga. Jender menunjukkan suatu status sosial atau peran yang diberikan oleh masyarakat berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Berdasarkan pengertian ini, maka seks tidak dapat berubah. Tetapi seksualitas dan jender dapat berubah. Seksualitas dapat ditinjau dari beberapa dimensi sebagai berikut.. Continue reading
9
Jun
Posted by androsexo in Esensial. Tagged: seksologi. Leave a Comment
Secara singkat seksologi sesungguhnya adalah sebuah ilmu multidisipliner yang dalam prakteknya melibatkan peneliti, pendidik dan klinisi dengan ruang lingkup membahas fungsi seksual, variasi seksual, perkembangan gender hingga disfungsi atau gangguan seksual.
Sebenarnya seksologi bukanlah sesuatu hal baru. Bahkan sudah menjadi sebuah hal kompleks sejak beribu tahun lalu. Sebagai pelopor awal atau bisa disebutkan sebagai Bapak Seksologi bisa disebutkan adalah Hippocrates yang seorang dokter, dan dua filsuf terkenal Plato dan Aristoteles. Kenapa demikian, karena Beliau bertiga telah melakukan banyak hal dan penelitian yang menyangkut respon seksual, disfungsi seksual, reproduksi, kontrasepsi, aborsi, legislasi seks dan etika. Sesuatu yang ternyata sudah berabad-abad dipelajari dan didiskusikan secara terbuka.
11
May
Posted by androsexo in Event. Tagged: Sexology, World Congress. Leave a Comment
Kongres Dunia Ke-9 untuk Kesehatan Seksual akan diselenggarakan di Goteborg, Swedia – 21-25 Juni, 2009 dengan tema Sexual Health & Rights: A Global Challenge. Silakan cek di sini.
11
May
Posted by androsexo in Esensial. Tagged: Andrologi. Leave a Comment
Istilah Andrologi (berasal dari bahasa Yunani ἀνήρ, anēr, genitif ἀνδρός, andros, “manusia”, dan-λογία,-logia) adalah bidang kedokteran khusus yang berhubungan dengan kesehatan laki-laki, terutama yang berkaitan dengan sistem reproduksi laki-laki. Ini bersilangan dengan ginekologi, yang berkaitan dengan masalah medis khusus untuk perempuan. Andrologi mulai dipelajari sebagai bidang kedokteran khusus sejak tahun 1960-an: dengan diterbitkannya secara berkala sebuah majalah di Jerman bernama Andrologie (sekarang disebut Andrologia), yang diterbitkan sejak 1969. Selanjutnya istilah Andrologi semakin dikenal luas.
Beberapa permalasahan medis yang masuk di dalam bidang Andrologi ini berupa beberapa penyakit atau abonrmalitas seperti: balanitis, cryptorchidism, ectopia testis, epispadia, epididymitis, hydrocele, hypospadia, disfungsi seksual, infertilitas, micropenis, orchitis, paraphimosis, kanker penis, penile fracture, peyronie`s disease, phimosis, prostatitis, kanker prostat, spermatocele, kanker testis, torsi testis, varicocele.